BAZMA PERTAMINA

INI LAH AKU
Aku terlahir di keluarga yang bisa di bilang cukup dalam segala hal. Aku di sekolahkan di Pondok Pesantren sejak smp sampai sma, tentu saja selama 6 tahun itu aku banyak menemukan ilmu. Sehingga ketika aku lulus dari ponpes, aku membawa misi khusus untuk diri ku , keluarga, dan negara ku. Sebenarnya misi ku berawal dari sebuah hadits yaitu " balighu 'anni walau ayah " yang artinya sampaikan lah olehmu sekalian dariku meski hanya satu ayat . Dalam hatiku sudah bertekad untuk memperbaiki kesalahan yang ada. Awalnya aku tidak inging kuliah di jurusan kependidikan, karena aku bukan orang yang percaya diri. Akan tetapi, Allah berkehendak lain. Misi ku yang dahulu Allah ingatkan kembali pada jalan ini. Aku kuliah di UNJ di jurusan pendidikan Guru Sekolah Dasar. ini merupakan sebuah harapan besar untuk keluargaku, karena menurut amal jariyah akan menghatarkan kita pada sebuah jalan kebaikan.
Aku memilih kuliah di daerah Jakarta, karena aku ingin selalu bersama keluargaku. Selama 6 tahun, hari – hari ku hilang tanpa kehangatan keluarga. Maka dari itu aku lebih memilih UNJ walaupun berat aku melepaskan UNDIP kampus impian ku sejak masuk SMA. Allah kuatkan hati ini untuk melanjutkan misi ku yang ku bawa dari pondok. Setelah aku mengikuti beberapa hari kegiatan di kampus, lelah rasanya hanya kuliah dan pulang saja. Aku mulai mencari informasi dan aku berminat untuk mengikuti sebuah organisasi community development. Awalnya hanya iseng ingin mencari sebuah kesibukan, lama- kelamaan setelah aku mengikuti kegiatan pengajaran yang di adakan dalam komunitas ini, aku mulai suka. Sasaran dari komunitas ini adalah anak – anak rumaah susun yang tinggal di pinus elok tepatnya di Cakung.
Dalam komunitas ini aku banyak belajar dan bersyukur, karena aku manusia yang beruntung. Tidak seperti mereka, dididik oleh lingkungan yang menurut ku kurang baik, hal tersebut di karenakan kondisi ekonomi ,ereka yang kurang. Terlintas aku berfikir, mereka belajar ttanpa ada pendidikan moral dari lingkungan. Hal tersebut makin membuat ku bersemangat untuk memberikan apa pun yang ku punya. Lagi – lagi tanpa ku sadari Allah menggerakan hati ini untuk melangkan pada sebuah prinsip ku yang dahulu, aku makin semangat dalam berkontribusi untuk melakukan yang terbaik untuk sekelililngku.
Aku mengajar setiap hari minggu, ya memang berat karena setiap minggu adalah waktuku untuk keluarga, tapi orang tua ku selalu bilang. “gapapa kamu sibuk, demi kebaikan kan?” itu yang membuatku terus untuk melangkah mengajar di setiap hari minggu. Senang rasa nya setiap aku melihat canda tawa anak – anak rusun, senang ketika ku sampai di rusun setiap anak berteriak menyambut ku dengan sebutan kaka mereka berteriak menghampiriku dan berebutan untuk bersalaman denganku. Kegiatan tersebut berlanjut sampai kini aku semester 5. Kaka kelas ku mengajak untuk membuat sebuah taman pendidikan Al-qur’an di rusun pinus elok. Ka fajri namanya, beliau adalah kadept sospol bem unj tahun 2016. Kami membuat sebuah tpq di mulai dari mengajar mengaji di setiap hari senin dan rabu di masjid. Hingga sampai saat ini kami mempunyai sertifikat resmi TPQ islam cemerlang. Tempat kami pun bertambah menjadi 3 rusun, dan kami mengajar dari hari senin sampai dengan jumat pukul 3 sore. Dalam pengajaranya pun kami sudah memulai untuk mengajarkan pelajaran – pelajaran islam seperti fiqh, aqidah, hadits dan lain- lain.
          Dalam keluarga ku aku adalah anak pertama, ya tentunya mereka sangat berharap besar padaku.  Bapak ku sudah pensiun 1 tahun yang lalu, ekonomi keluarga jelas turun drastis, karena keluarga ita sudah tidak ada pemasukan lagi. Walaupun masih ada mama yang kerja akan tetapi, kita benar –benar hidup hemat. Aku ingin mengajar mencari penghasilan untuk segala kebutuhan ku di perkuliahan. Tapi, Allah mungkin belum mengizinkan ku unuk itu. Aku masih di sibukan dalam kegiatan organisasi kampus dan tugas kampus. Sulit bagi ku jika aku mengatur waktu untuk mengajar les. Maka ku putuskan untuk menyelesaikan segala amanah yang ada. Setiap hari aku ke kampus menggunakan kendaraan, karena kata bapak ku jika aku kost di jakarta, itu akan menghabiskan uang yang banyak, maka lebih baik aku pualng setiap hari ke cikarang dengan motor yang hanya memerlukan uang bensin 25 ribu rupiah untuk bensin dua hari. Makan siang seringnya aku membawa bekal, walaupun sesekali aku jajan.
          Aku ingin membgikuti beasiswa BAZMA PERTAMINA ini untuk membantu mengurangi beban orang tua ku, karena orang tua ku sudah tua dan bulan April kedepan mamaku akan pensiun. Orang tua ku masih memiliki tanggungan adiku yang masih duduk di bangku SMA. Jiaka aku mendapatkan beasiswa ini aku akan gunakan untuk keperluan  kuliah dan modal untuk usaha orang tuaku nanti. Setalah pensiun nanti kita akan berjualan pastel yang akan dititipkan di warung atau pesanan. Besar harapan ku untuk beasiswa ini.




Komentar